
Jrebeng Kulon, 15 Juli 2026 – Pemerintah Kelurahan Jrebeng Kulon melaksanakan kegiatan Pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) pada Rabu (15/7/2026) sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah kelurahan.
Pembentukan desa/kelurahan tangguh bencana
Jrebeng Kulon, 15 Juli 2026 – Pemerintah Kelurahan Jrebeng Kulon melaksanakan kegiatan Pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) pada Rabu (15/7/2026) sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah kelurahan.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kelurahan Jrebeng Kulon ini dihadiri oleh unsur pemerintah kelurahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo, perangkat kelurahan, Ketua RT/RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), tokoh masyarakat, kader PKK, Linmas, Karang Taruna, serta perwakilan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai konsep Kelurahan Tangguh Bencana, identifikasi potensi ancaman bencana di wilayah, upaya mitigasi, kesiapsiagaan, hingga mekanisme penanganan bencana secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Selain itu, dilakukan pembentukan struktur organisasi Kelurahan Tangguh Bencana sebagai wadah koordinasi dalam upaya pengurangan risiko bencana di tingkat kelurahan.
Lurah Jrebeng Kulon menyampaikan bahwa pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana merupakan langkah strategis untuk membangun kesadaran dan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi situasi darurat. Melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan setiap elemen mampu berperan aktif dalam upaya pencegahan, mitigasi, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana.
Dengan terbentuknya Kelurahan Tangguh Bencana, diharapkan Jrebeng Kulon memiliki sistem penanggulangan bencana yang lebih terstruktur, responsif, dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat sehingga mampu menciptakan lingkungan yang aman, tangguh, dan berdaya dalam menghadapi berbagai potensi bencana.